Nama konten kreator Aa Juju menjadi perhatian setelah ia membagikan pengalaman terkait mobil listrik Hyundai Ioniq 5 miliknya. Keluhan tersebut kemudian ramai dibahas di media sosial karena tidak hanya menyangkut kerusakan kendaraan, tetapi juga pengalaman pelayanan setelah masalah muncul.
Sejumlah gangguan dialami kendaraan tersebut, mulai dari mobil sempat mogok, aki mengalami masalah, fitur fast charging tidak berfungsi, hingga head unit mengalami gangguan. Rangkaian persoalan tersebut membuat Aa Juju menyampaikan kekecewaannya secara terbuka.
Ioniq 5 Mengalami Sejumlah Gangguan
Permasalahan pada mobil disebut terjadi secara beruntun. Salah satu gangguan yang menjadi perhatian adalah kondisi aki yang soak hingga kendaraan tidak dapat digunakan seperti biasanya.
Selain itu, fitur pengisian daya cepat atau fast charging juga sempat mengalami masalah. Gangguan pada head unit turut menambah persoalan yang harus dihadapi pemilik kendaraan tersebut.
Parkir Paralel Jadi Bagian dari Persoalan
Salah satu hal yang kemudian ikut menjadi sorotan adalah kebiasaan memarkir mobil dalam posisi paralel atau netral. Kondisi tersebut berkaitan dengan sistem kelistrikan kendaraan listrik yang memiliki prosedur tertentu ketika harus dibiarkan dalam posisi tersebut.
Sebelum membeli kendaraan, Aa Juju disebut telah menyampaikan kebutuhan untuk menggunakan mobil yang aman ketika diparkir secara paralel. Ia mengaku mendapat informasi dari pihak sales bahwa kendaraan tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan tersebut.
Keluhan Pelayanan Ikut Viral
Persoalan tidak berhenti pada kerusakan kendaraan. Pengalaman Aa Juju ketika menyampaikan keluhan kepada pihak diler juga menjadi bagian yang ramai diperbincangkan.
Sikap tenaga penjual dan supervisor saat menangani komplain disebut memicu perdebatan dengan konsumen. Hal tersebut kemudian membuat persoalan berkembang dari masalah teknis kendaraan menjadi pembahasan mengenai kualitas pelayanan aftersales.
Hyundai Sampaikan Permintaan Maaf
Pihak Hyundai kemudian menyampaikan permohonan maaf dan melakukan penyelidikan terhadap persoalan tersebut. Supervisor diler terkait juga disebut telah memberikan permintaan maaf secara terbuka.
Kasus tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi pemilik mobil listrik untuk memahami prosedur penggunaan kendaraan, termasuk ketika harus memarkir mobil dalam posisi paralel. Praktisi otomotif menjelaskan bahwa mobil listrik tetap dapat diparkir paralel, tetapi perlu mengaktifkan prosedur khusus seperti towing atau trailer mode agar sistem kelistrikan tidak bekerja secara tidak semestinya.
Peristiwa yang dialami Aa Juju pun menjadi pembahasan yang lebih luas. Selain soal layanan konsumen, kasus ini turut membuka perhatian terhadap pentingnya informasi teknis yang jelas sebelum konsumen menggunakan fitur tertentu pada kendaraan listrik.