×
0 0
Read Time:2 Minute, 32 Second

Pernah mendengar suara sendiri dari rekaman lalu spontan merasa, “Kok suaraku seperti ini?” Pengalaman tersebut sangat umum terjadi. Suara yang terdengar dari rekaman memang sering terasa lebih tinggi, tipis, atau asing dibandingkan suara yang kita dengar ketika berbicara sehari-hari.

Perbedaan tersebut bukan karena alat perekam secara sengaja mengubah suara. Ada proses alami dalam sistem pendengaran manusia yang membuat kita mendengar suara sendiri melalui dua jalur berbeda. Ketika suara direkam dan diputar kembali, salah satu jalur tersebut tidak lagi bekerja sehingga hasilnya terdengar berbeda.

Saat Berbicara, Kita Mendengar Suara dari Dua Jalur

Ketika berbicara, suara dari pita suara menghasilkan gelombang yang bergerak melalui udara menuju telinga. Jalur ini juga digunakan ketika kita mendengar suara orang lain berbicara.

Namun, ada jalur kedua yang hanya terasa kuat ketika kita menghasilkan suara sendiri. Getaran dari pita suara dan struktur di sekitar kepala dapat merambat melalui tulang tengkorak menuju bagian dalam telinga.

Otak kemudian menggabungkan informasi dari kedua jalur tersebut. Hasilnya adalah suara yang kita kenali sebagai suara sendiri dan terasa lebih familiar dibandingkan suara dari sumber eksternal.

Getaran Tulang Membuat Suara Terasa Berbeda

Konduksi melalui tulang memiliki karakteristik yang berbeda dari suara yang bergerak melalui udara. Getaran tersebut dapat membuat komponen frekuensi tertentu terasa lebih kuat ketika seseorang mendengar suaranya sendiri.

Itulah sebabnya suara sendiri yang terdengar ketika berbicara biasanya terasa lebih dalam atau lebih berat. Ketika hanya mendengar rekaman, jalur konduksi tulang tidak memberikan kontribusi dengan cara yang sama.

Rekaman Membuat Kita Mendengar Versi yang Berbeda

Mikrofon pada dasarnya menangkap suara yang merambat melalui udara. Ketika rekaman diputar, telinga menerima suara tersebut sebagai suara eksternal, seperti ketika mendengarkan orang lain.

Karena tidak mendapatkan tambahan sensasi dari getaran tulang, suara rekaman dapat terdengar lebih tinggi atau tipis. Padahal, suara yang direkam sebenarnya lebih mendekati bagaimana suara kita terdengar bagi orang lain.

Otak Juga Berperan dalam Rasa “Asing”

Selain faktor fisik, kebiasaan juga memengaruhi respons kita terhadap rekaman suara. Selama bertahun-tahun, seseorang terbiasa mendengar suara sendiri melalui kombinasi konduksi udara dan tulang.

Ketika tiba-tiba hanya mendapatkan versi suara melalui udara, otak menerima karakter suara yang berbeda dari pola yang biasanya dikenal. Perbedaan kecil tersebut cukup untuk membuat suara sendiri terasa seperti milik orang lain.

Mengapa Suara Rekaman Terasa Lebih Tinggi?

Salah satu keluhan paling umum adalah suara rekaman terdengar lebih tinggi. Hal ini berkaitan dengan hilangnya komponen getaran tulang yang biasanya memberikan sensasi tambahan pada suara kita sendiri.

Namun, kualitas mikrofon, jarak mulut dengan mikrofon, ruangan, hingga sistem audio juga dapat memengaruhi hasil rekaman. Karena itu, suara yang terdengar melalui satu perangkat belum tentu sama persis dengan suara yang didengar orang lain secara langsung.

Jadi, Mana Suara yang Sebenarnya?

Tidak ada versi yang benar-benar “palsu”. Suara ketika berbicara adalah pengalaman pendengaran yang melibatkan konduksi udara dan tulang, sedangkan rekaman umumnya hanya mereproduksi suara yang ditangkap melalui udara.

Jika suara sendiri dari rekaman terdengar aneh, sebenarnya hal tersebut merupakan bagian normal dari cara sistem pendengaran bekerja. Bagi orang lain, suara yang selama ini terasa asing bagi kita justru merupakan suara yang sudah mereka kenal ketika mendengar kita berbicara.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Related Posts

Jangan Abaikan Bunyi Aneh dari Mobil, Beberapa Suara Bisa Menjadi Petunjuk Kondisi Komponen Kendaraan

Bunyi aneh dari mobil sering kali muncul secara tiba-tiba dan dianggap sebagai hal sepele oleh sebagian pengemudi. Padahal, perubahan suara ketika kendaraan...

Read out all

Mengapa Ban Kendaraan Memiliki Pola yang Berbeda? Ternyata Setiap Alur Punya Fungsi Tertentu

Pernahkah Anda memperhatikan bahwa ban kendaraan memiliki pola alur yang berbeda-beda? Ada ban dengan alur memanjang, menyilang, membentuk pola zig-zag, hingga desain...

Read out all

Trik Menyusun Koper agar Lebih Banyak Barang Masuk Tanpa Membuatnya Terlihat Penuh

Menyusun koper sering kali terasa seperti permainan menyusun puzzle. Pakaian, sepatu, perlengkapan mandi, hingga barang kecil harus ditempatkan dengan tepat agar semuanya...

Read out all

Kenapa Bau Makanan Bisa Membuat Kita Langsung Lapar? Hidung dan Otak Ternyata Saling Terhubung

Bau makanan bisa membuat kita lapar bahkan ketika sebelumnya tidak merasa ingin makan. Aroma nasi hangat, roti yang baru dipanggang, kopi, atau...

Read out all

Kenapa Kita Sering Merasa Sudah Pernah Mengalami Sebuah Kejadian? Ini Penjelasan tentang Fenomena Déjà Vu

Pernah berada di sebuah tempat, berbicara dengan seseorang, atau mengalami situasi tertentu lalu tiba-tiba merasa bahwa semuanya seperti pernah terjadi sebelumnya? Sensasi...

Read out all

Cara Mudah Membaca Tanggal Kedaluwarsa dengan Benar, Jangan Sampai Salah Memahami Kode pada Kemasan

Tanggal kedaluwarsa pada kemasan menjadi informasi penting yang sebaiknya diperhatikan sebelum menggunakan atau mengonsumsi suatu produk. Namun, tidak semua orang memahami arti...

Read out all